Minggu, 05 Desember 2010

Rumah dijual

Mau Pindah

Dijual cepat rumah 2 lantai ( hook )  L/B 8 X 10 Mtr, di Kav Sagulung Baru Blok E No. 101 Batu Aji Batam
4 Kamar Tidur, 1 Kamar Pembantu
2 kamar mandi,
Dapur,
Pagar teralis
Full keramik lantai 1 & lt 2,
Ruang tamu,Ruang keluarga, ruang makan luas
Listrik, PLN 10 Amp, Air  ATB
Tanah WTO 30 Tahun
HArga Rp. 225 Jt
Serius Hub. 081372007922 atau edi@ninda-pratama.com
                                                              Rumah tampak depan

                                                                          Ruang tamu

                                                                      Ruang keluarga

Kamis, 04 November 2010

Bukittinggi Kota Wisata

Kota Bukittinggi yang terletak pada dataran tinggi diPropinsi Sumatera Barat, yang menjadi ikon Wisata Sumbar. Makanya disebut dengan Bukittinggi kota Wisata.
Kota Bukittinggi juga disebut dengan kota sanjai, karena terkenal dengan pengahasil penganan yang dibuat dari ubi kayu yang terkenal dengan nama Karupuak sanjai. Masyarakat Bukittinggi biasa menyebut nama Bukitting dengan sebutan daerah Kurai.

Wisata yang ditawarkan oleh kota Bukittinggi kepada para turis yang datang dari Manca negara atau yang berasal dari dalam negeri sendri seperti,  Nagai Sianok, yang sangat terkenal dengan keelokan pemandangan alam, Ngarai Sianok juga terkenal saat perlawanan terhadap tentara Jepang, karena dingarai sianok ada sebuah terowongan yang terkenal dengan nama lubang japang.

Disamping banyak peninggalan sejarah penjajahan Belanda seperti benteng yang dikenal dengan nama Ford de kock, yang terletak ditengah kota Bukittinggi
Juga ada yang Jam Gadang yang terletak dijantung kota Bukittinggi. yang dibangun oleh pemerintahan Belanda.
Benteng Ford De kock
Lobang Jepang
Jam Gadang.

Disamping terkenal dengan tempat wisata, Bukittingi juga menawarakan wisata kuliner dengan menawarkan menu makanan yang benar-benar berasal dari daerah sekitar Bukittingi yaitu yang terkenal dengan Nasi kapau, juga bermacam-macam penganan yang berasal dari kota bukitting seperti Karupuak Sanjai,Karupuak Balado,Karak kaleang,Kue sarang balam, yang semua penganan ringa tersebut terbuat dari ubi kayu yang diolah sendiri oleh tangan-tangan masyarakat Bukittinggi sendiri secara tradisional.
Karupuak Sanjai

Nasi Kapau 

Kalau anda berkunjung ke Bukittinggi jangan lupa membawa ketempat asal anda untuk oleh-oleh atau buah tangan.

Juga berupa souvenir  yang dibuat oleh tangan orang Bukittinggi sendiri seperti bordiran,sulaman,kerajinan tembaga yang sangat terkenal.
Bordiran
Bukittinggi juga menawarkan seni budaya daerah sendiri, seperti tarian, randai, dll.

Salah satu seni budaya yang ada di Bukittinggi

Semua yang ditawarkan diatas sangat menarik dan tidak membuat anda bosan dan anda akan berat meninggalkan daerah tersebut.

Edi Kumpulan


Selasa, 19 Oktober 2010

Kelok sembilan

Kelok sembilan yang terkenal dengan jalan yang mempunyai tikungan atau belokan yang tajam dengan jalan yang sempit. Adalah jalan yang menghubungkan antara Kota Pekanbaru ( Riau ) dengan Sumbar.
Keunikan jalan yang dibangun pada zaman penjajahan Belanda tersebut adalah, tikungan yang tajam dengan jalan yang sempit juga menanjak. Walaupun terbilang sangat sempit tetapi sangat padat dilalui oleh kendaraan yang dari dan menuju Pekanbaru.

Kelok sembilan, sekarang ruas jalan nya diperlebar dengan cara membangun dengan menggunakan sistim jalan layang. Karena sudah sangat tidak mampu menampung jumlah kendaraan yang semakin banyak. Jadi sering terjadi kemacetan. Jadi sangat mengganggu laju perekonomian.
Sehingga masyarakat yang menggunakan jalan tersebut, baik yang datang maupun yang akan pergi ke Pekanbaru untuk suatu keperluan Bisnis yang menggunakan angkutan darat sering mengalami kerugian, karena sering terlambatnya alat angkut sampai ditujuan, karena sering terjadi kemacetan di Kelok sembilan tersebut.

Senin, 11 Oktober 2010

Kampung Pangai

Kampung Pangai di Kec. Bonjol, Kab. pasaman Propinsi Sumbar, adalah kampung yang berbatasan langsung dengan Kab Agam. Kampung tersebut mempunyai satu keunikan. Yaitu antara Kampung Padang manggis dengan Kampung Pangai yang masyarakatnya setiap hari berbaur tetapi mempunyai bahasa yang berbeda.



Mereka mempunyai alam yang sangat indah, penuh hijau dedaunan, kampung yang sangat damai, walaupun mereka berlainan logat bahasa, berlainan kabupaten, tetapi mereka hidup berdampingan dengan penuh kedamaian dan saling tolong menolong.

Mereka hidup dengan bertani, memotong karet. Hasil tani yang berlimpah, sangat membantu masyarakat yang berlainan logat bahasa tersebut untuk hidup saling membantu satu sama lain.
Mungkin ditopang oleh alam yang sejuk dan penuh kedamaian, membuat mereka bisa saling berbagi.

Halal Bi Halal IKK-B

Pada tanggal 9 Oktober 2010, bertempat di Suaru Dagang Imam Bonjol Batam, Warga Perantau yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Besar Kumpulan-Batam, mengadakan acara Halal Bi halal dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1431 H. yang dihadiri oleh seluruh perantau yang berasal dari Kenagarian Kumpulan, Kec.Bonjol, Kab. Pasaman Sumbar.

Acara tersebut juga dihadiri oleh para tokoh,pejabat dan Pengusaha yang berasal dari Kumpulan. Salah seorang Pengusaha yang cukup terkenal dan cukup sukses dibatam, yaitu Bapak Aria Odman juga nampak hadir berbaur dengan warga Perantau Kumpulan yang lainnya.

Acara Halal bi Halal atau silaturahmi tersebut diisi dengan ceramah agama oleh Ustads Danil.

Minggu, 10 Oktober 2010

SEJARAH RINGKAS SYECH MAULANA IBRAHIM AL KHALIDI – KUMPULAN








SYECH MAULANA IBRAHIM AL KHALIDI – KUMPULAN
Ditulis Ulang Oleh :

H. ABU BAKAR TUANKU SAIDINA IBRAHIM

KOTO TUO – KUMPULAN – KEC. BONJOL
KAB. PASAMAN - SUMBAR

Diperbaharui Oleh :
Pengurus Surau Dagang Imam Bonjol – Batam
Tahun 2010
KATA PENGANTAR

" Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."

Saudara pembaca yang kami hormati.

Membaca sejarah Ulama – ulama yang shaleh, dan berjasa kepada masyarakat, berarti kita telah mendekatkan hubungan rohani kita kepada Allah Subhanhu Wata’ala, serta mengingat Kebesaran  Tuhan yang telah memberi limpahan kepada siapa-siapa yang dikehendakiNYA.

Ulama yang shaleh yang selalu ingat kepada Allah, adalah suatu sumber untuk melahirkan kekuasaan-kekuasaan Allah dengan jalan Mu’jizat bagi Nabi dan Rasul-RasulNYA, dan jalan Kharomah bagi Ulama selaku pewaris Nabi-nabi.

Mu’jizat adalah suatu kejadian yang luar biasa yang tidak terupa pada akal adanya.
Sungguh tumpul aqal segala orang yang berakal untuk meng aqalinya dan pendek padanya ilmu-ilmu segala ulama untuk mengetahuinya. Dan pasti terjadi oleh Kudrat dan Iradat Tuhan Yang Maha Kuasa yang dijelmakanNYA kepada tangan Rasul dan Ulama sebagai pewaris yang dikehendakiNYA.

Dengan berdasarkan demikianlah untuk memenuhi permintaan dari masyarakat yang ingin mengetahui siapa dan dari mana Beliau  Syech Maulana Ibrahim Al Khalidi Kumpulan yang sebenarnya.
Maka dari  itu, kami usahakanlah mencari data-data dari sejarah Beliau yang masih ada pada sekarang.

Dalam susunan sejarah  Syech Maulana Ibrahim Al Khalidi Kumpulan ini telah banyak mendapat perbaikan dari susunan sejarah ringkas beliau yang kami usahakan menyusunnya sebelum ini.

Disamping itu kami penyusun, mengharapkan kepada masyarakat supaya bermurah hati untuk memberikan sumbangan dan pendapat-pendapat yang belum kami tuliskan dalam catatan sejarah ini, agar sejarah Syech Maulana Ibrahim Al Khalidi Kumpulan sempurna adanya seperti yang kita ingini bersama.

Kepada saudara yang membaca sejarah Syech Maulana Kumpulan ini, kami haturkan ribuan terima kasih.

KUMPULAN, 24 ZULQAIDAH, 1402 H
                        12 SEPTEMBER 1982 M
Bertepatan dengan hari Ulang tahun Wafat Beliau ke 68 tahun
Hormat Penyusun : Sulaiman Tuanku Saidina Ibrahim

SEJARAH RINGKAS
 " SYECH MAULANA IBRAHIM AL KHALIDI  - KUMPULAN "

Ø      Nama                           : Abdul Wahab
Ø      Gelar                            : Maulana Syech Ibrahim Al Khalidi
Ø      Suku                            : Melayu
Ø      Lahir                            : Tahun 1764 M
Ø      Tempat lahir                 : Kampung Sawah laweh
Ø      Kenagarian                   : Koto Kaciak
Ø      Kecamatan                   : Bonjol
Ø      Kabupaten                   : Pasaman
Ø      Ayah                            : Pahat
Ø      Suku                            : Koto
Ø      Dari Ibu                        : Sari Aso
Ø      Suku                            : Malayu

PENDIDIKAN :

Sewaktu beliau berumur 15 tahun, beliau mengaji Al Quran di kenagarian Pasir Lawas kab Agam.
Guru Beliau Seorang ahli Al Qur'an murid dari Syech Burhanudin Ulakan Pariaman.

Pada umur 25 tahun, beliau mengaji Kitab untuk menuntut ilmu pengetahuan agama Islam dalam syariat dan mashab Syafi’iyah da Cangkiang Empat Angkat Canduang Kab, Agam. Setelah beberapa tahun kemudian, Beliau pergi ke Mekkah Al Mukharamah menunaikan rukun Islam yang kelima.

Setelah Beliau kembali dari Mekkah, beliau belajar Ilmu Thariqat Naqsabandiyyah kepada mamanda syech Muhammad Said Al Khalidi di Padang Bubuih, inilah Guru beliau yang pertama dalam ilmu Thariqat, Hakikat dan Ma’rifat.

Kemudian Beliau pergi ke Mekkah lagi dan disitu beliau bermukim selama 7 tahun, untuk melanjutkan penmgajian dalam ilmu Syariat dan ilmu Thariqat  di Jabal Qubis kepada Maulana Syech Khalid Kudri.
Kemudian Beliau kembali kekampung halaman Beliau yaitu Kenagarian Koto Kaciak Kumpulan.

Dikampung Sawah Laweh Kumpulan, Beliau mengajarkan ilmu Agama dalam Syari’at dan Thariqat disebuah Surau yang bernama Surau Kaciak yang sesuai pula dengan perkembangan agama Islam yang bersifat seadanya saja pada waktu itu.
                                                                 
PEMBANGUNAN :

Setelah beberapa tahun kemudian, Pengajian-pengajian yang diajarkan Beliau kepada masyarakat mendapat sambutan, baik dari masyarakat yang datang dari dekat maupun yang datang dari jauh.
Sehingga kampung dan surau yang kecil itu tidak mengizinkan lagi untuk menampungnya.

Oleh karena itu, Beliau membangun Suaru baru yang agak luas lingkungannya yang bertempat pada Tanah   yang agak tinggi yaitu di  KAMPUNG KOTO TUO

Pembangunan yang Beliau buat diKampung Koto Tuo Itu sebagai berikut.

  1. Mesjid yang disamping Surau Tinggi ( Surau lambah )  berukuran 12 M x 12 M beratap ijuk dan berdinding papan,
  2. Surau Tinggi yang berukuran 12 M x 12 M, bertingkat tiga. Tingkat bawah berlantai batu, Tingkat tengah berlantai papan, dari tingkat tengah ke tingkat atas memakai jenjang berpilin atau balenong. Beliau menetap pada tingkat tengah dengan istri Beliau Hj Aminah yang berasal dari Kp Angus. Surau tinggi inilah yang telah diganti sekarang dengan Suaru Tinggi yang permanent dengan ukuran 15 M x 15 M, bertingkat dua dengan labu-labu besar yang menjulang ke udara.
  3. Rumah Gadang sebelas ruang bergonjong enam, dua buah rangkiang dihalamanya. Satu buah untuk anak cucu Beliau dan satu buah lagi untuk Musafir yang terlantar ( Pedagang lalu ). Disinilah tempat tinggal kemenakan dan cucu-cucu Beliau.
  4. Mesjid Batu Koto Tuo dengan ukuran 15 M x 15 M, berdinding dan berlantai batu serta beratap seng yang beliau jadikan untuk sidang Jum’at ( Sholat Jumat ) yang lama. Inilah Mesjid yang pertama dibangun dari Bahan batu, sampai sekarang masyarakat Kumpulan  menamakan dengan nama SURAU BATU.
Pembangunan ini dikerjakan dengan cara bergotong royong dan terpadu dengan murid-murid Beliau yang Jumlahnya lebih kurang 50 orang, yang menetap dengan beliau sehari-hari.

PERJUANGAN :

Pada waktu Beliau berumur 50 Tahun yaitu setkitar tahun 1821, s/d 1837, terjadilah Perang paderi  yaitu peperangan Tuanku Imam Bonjol menentang penjajahan Belanda, Beliau turut serta berjuang disamping Tuanku Imam Bonjol. Dan Beliau pernah diperintah untuk menanam ranjau pada jalan yang biasa dilalui oleh serdadu Belanda di Bukit Talang keNagarian Limo Koto, dengan membawa satu sukat beras dipunggung untuk perbekalan selama disana.

Pada perang Kamang, Beliau juga turut berperang dengan melepas panglima-panglima perang dari Surau Tinggi Kumpulan untuk memerangi serdadu Belanda pada malam hari, dan kembali pada waktu subuh dengan badan yang berbintik-bintik hitam bekas dari kena peluru serdadu Belanda.
                                                       
Setibanya disurau Tinggi, meraka para panglima perang dimandikan Beliau di Kulah ( kolam ) Surau Tinggi sehingga bekas bintik-bintik hitam bekas peluru serdadu Belanda  itu hilang.

PENGHIDUPAN :

Penghidupan Beliau sangat sederhana sekali. Usaha Beliau adalah seperti usaha orang biasa saja, yaitu ; Bertani, beternak, perikanan dan lain-lain sebagainya.

Beliau suka sekali MANARUKO (  membuka lahan pertanian yang baru ) untuk dijadikan sawah, untuk anak dan cucu Beliau.
Bidang pertanian yang amat Beliau ialah beternak Kerbau. Beliau mengadakan beberapa orang yang akan mengurus dan mengembalakan ternak kerbau yang Beliau, sehingga kerbau itu berkembang  sampai berpuluh-puluh banyaknya.

Beliau suka sekali mengadaka tempat perikanan. Sehingga disekeliling Surau Beliau terdapat tebat-tebat ( kolam ikan ) yang banyak ikannnya begitu pula dibelakang Rumah Gadang ada pula tebat ( kolam ikan ), berukuran 70 Mtr x 40 Mtr.

Rezeki Beliau melimpah Ruah, yang dibawakan oleh orang-orang yang datang  menemui Beliau setiap hari.

MURID-MURID BELIAU :

Para Khalifah Beliau yang tertua yang dapat kami kumpulkan, adalah tersebar pada sebahagian pelosok Pulau Sumatera seperti tersebut dibawah ini :

  1. Syehk Syahbudin …………..                    Tapanuli Selatatan Sumatera Utara 
  2. Syehk Ismael  ……………...                     Pasir Pangaraian Propinsi Riau
  3. Syehk Muhammad Basir                             Lubuak Landur Kabupaten Pasaman
  4. Syehk Hasaniddin …………                      Batur Maninjau Kab Agam
  5. Syehk Yunus Buya ……….                        Sasak Kab. Pasaman
  6. Syehk Abdullah Sarasah ….                        Talu Kab Pasaman
  7. Syehk Mudo ……………….                      Durian Tibarau Kinali Kab. Pasaman
  8. Syehk H.Muh Nur ………...                        Baruh Gunung Kab. Lima Puluh Kota
  9. Syehk Daud Durian Gunjo…                        Malampah Kab Pasaman
  10. Syehk Abdul Jabbar ……….                       Kumpulan Bonjol Kab. Pasaman
  11. Syehk Akhmad  ……………                       Kab. Agam
  12. Syehk Muh Said …………...                        Bonjol kab. Pasaman
  13. Syehk Abdurahman bin Syehk Husin…          Kuran-kuran Kab. Agam
  14. Syehk Muh Zein  ………                               Simpang  Kab Pasaman
  15. Dan banyak lagi Murid-murid yang lainnya.                                                       
SIFAT-SIFAT  BELIAU :

Sifat-sifat Beliau adalah sifat-sifat yang terpuji oleh syara’ ( Agama ) dan tidak pernah kami melihat sifat yang tercela yang dilakukan oleh Beliau.

Sifat-sifat yang selalu Beliau lakukan seperti :

  1. Beliau Maulana Syech Ibrahim Al Khalidi, Beliau sangat Taqwa kepada Allah Subhanahuwata’ala
  2. Beliau selalu bersifat benar
  3. Beliau selalu bersifat Ikhlas
  4. Beliau selalu bersifat keras terhadap orang yang ingkar, walaupun orang tersebut sesama Mu’min.
  5. Beliau sangat pemurah,.
  6. Beliau sangat senang sekali menampung fakir Miskin yang berhijrah kepada Beliau
  7. Beliau suka bergotong-royong dalam melaksanakan pembangunan, terutama pembangunan Mesjid.
  8. dll.
KEISTIMEWAAN DARI BELIAU :

Keistimewaan Beliau yang diberikan Oleh Tuhan kepada Beliau selaku orang yang bertaqwa, adalah sebagai berikut :

  1. Menggariskan tongkat Beliau pada Air saat banjir di Nagari Talu, akhirnya banjir dinagari Talu menjadi kering.
  2. Memadamkan api diNegeri Mekkah, sewaktu terjadi kebakaran di Negeri Mekkah.
  3. Dua Goni ( karung ) buah kopi menjadi beras, sesudah Beliau berzdikir kepada Allah SWT.
  4. Hilang lenyap tulisan-tulisan buku yang dibawa oleh orang Inggris yang hendak datang berdebat dengan Beliau dalam masalah ilmu Tasawuf.
  5. Tuan luak ( Belanda )yang berkedudukan di Palembayan, tertunduk sewaktu dibentak oleh Beliau dengan kata-kata pedas dan tajam ( saya tidak akan minta izin untuk mencetak batu merah ini, karena saya dinegeri saya sendiri. ).
  6. Sewaktu Beliau berdzikir di mi’raj beliau, Beliau menyuruh membentang tikar diatas Surau Tinggi tersebut. Karena tamu akan datang. Orang banyak terheran-heran, dimana tamu yang akan datang itu. Beliau telah berdzikir lagi kira-kira setengah jam kemudian, rombongan tamu yang sangat besar telah memenuhi halaman Surau Tinggi dengan membawa sekor Jawi ( sapi ). Jawi ( sapi ) itu mereka sedekahkan kepada Beliau. Beliau menyuruh kepada tukang masak, supaya jawi ( sapi ) itu untuk disembelih saja untuk digulai ( dimasak ).
  7. Dan banyak lagi yang lainnya yang tidak mungkin ditulis satu persatu.

BERPULANG KERAHMATULLAH :

Selaku seorang manusia, maka pada tahun 1914, bertepatan tanggal 21 Zulkaidah, Beliau berpulang Kerahmatullah setelah menderita sakit selama lebih kurang 15 hari lamanya.

Konon kabarnya sewaktu Beliau meninggal dunia, Kampung Koto Tuo penuh sesak oleh orang-orang yang banyak, kebanyakan dari mereka itu, tidak dikenal siapa orangnya. Dan banyak dari mereka yang berpakaian putih ( haji ). Dan juga pada masa itu, negeri ini penuh dengan kabut putih dan kupu-kupu kuning. Setelah berlalu selama 40 hari, maka kabut putih dan kupu-kupu kuning menghilang semua.

Beliau dimakamkan sebelah Mihrab Surau Batu yang Beliau bangun, sesuai dengan wasiat yang Beliau tinggalkan.

Makam Beliau hampir setiap hari di ziarahi oleh masyarakat yang berdatangan dari dekat  maupun  dari jauh.
Apabila dijumlahkan selama setahun adalah kira-kira lebih kurang 3000 orang penziarah.

Penghormatan dari masyarakat terhadap jasa-jasa yang Beliau tinggalkan selaku Ulama besar pada zamannya. Maka makam Beliau diberi kelambu oleh masyarakat yang berziarah kesana sehingga sampai pada saat ini telah berjumlah 13 lapis.

Pada setiap tahun daidakan peringatan ulang tahun wafat Beliau, yaitu setiap tanggal 21, Zulkaidah, bertempat di Suaru Batu yang didatangi oleh masyarakat ke Nagarian Koto Kaciak Khususnya dan kec Bonjol pada umumnya.

KATA-KATA PERINGATAN BELIAU :

  1. Wahai anak cucuku dan murid-muridku semua ! Sepeninggal aku nanti terjadilah persalahan-persalahan dalam agama Islam, ketika kamu akan berpegang teguh dengan keyakinan yang kamu anut ini.
  2. Sepeninggal aku nanti, Kapal akan berlayar  di udara. Kami tercengang semuanya, bagai mana pula caranya itu ?
  3. Dibelakang aku nanti, diseberang lautan orang berbicara, kamu disini dapat mendengarnya. Apa-apa yang dikatakan oleh beliau itu, sekarang sudah terjadi semua.
KHALIFAH-KHALFAH YANG  MENERUSKAN ILMU BELIAU

  1. Setelah Beliau Wafat pada tahun 1914, sebagai pengganti Beliau adalah :Syehk Abdul Jabbar, kemenakan dan Khalifah Beliau sendiri yang diresmikan untuk meneruskan pekerjaan Beliau.
  2. Pada tahun 1931 Beliau Syehk Abdul Jabar wafat, maka untuk melanjutkan pekerjaan Beliau, diresmikan pula Tuanku Ibrahim cucu Beliau yang pertama.
  3. Pada tahun 1964, Beliau Tuanku Ibrahim meninggal dunia, maka diresmikan pula Sulaiman Tuanku Saidina Ibrahim, sebagai penerus pekerjaan Beliau. Beliau ini adalah cicid dari Beliau yang pertama.
  4. Pada tanggal 22 Juli 1986, Beliau Sulaiman Tuanku SAidina Ibrahim meninggal dunia, sebagai penerus pekerjaan Beliau adalah Nasrul Tuanku Saidina Ibrahim.
  5. Pada tanggal 8 Juli 2004, meninggal pula Nasrul Tuanku Saidina Ibrahim dan diganti oleh, H Abu Bakar Tuanku Saidina Ibrahin Bin Abdul Latief bin Syehk Husin.
Demikianlah sejarah ringkas dari MAULANA SYECK IBRAHIM AL-KHALIDI KUMPULAN,. Yang biasa dipanggil oleh masyarkat Kumpulan dengan sebutan BELIAU INYIAK BALINDUANG DARI SURAU BATU KUMPULAN.


Catatan : Tulisan ini kami ambil dari catatan asli yang ditulis oleh penulis diatas.





Pasukan Elit Indonesia


1. Kopassus

Komando Pasukan Khusus (Kopassus), dulunya Komando Pasukan Sandi Yudha (Kopasandha), dilatih untuk mengumpulkan data intelijen, berbagai teknik operasi khusus, sabotasi, dan pendaratan lewat udara dan air. Didirikan pada tanggal 16 April 1952, Kopassus dirombak dan dikecilkan jumlahnya di tahun 1985, dan pada tahun 1992 kekuatan Kopassus hanya berjumlah 2.500 orang. Mereka, yang dapat dengan mudah dikenali karena baret merahnya, dibagi dalam dua grup operasi dan satu grup pelatihan.
Pada tahun-tahun akhir di dasawarsa 1990 Kopassus kembali menambah jumlah anggotanya menjadi 6.000 orang. Dengan bermarkas besar di Cijantung, Jakarta Timur, Kopassus berkembang menjadi lima grup, dimana Group IV secara khusus menangani operasi intelijen bersama dengan Satuan Gabungan Intelijen (SGI) Kopassus.
Sekitar tahun 2001, Kopassus merampingkan organisasinya menjadi 5.000 personel dengan pembagian sebagai berikut:
Group 1 Para Komando (Taktakan, Serang, Banten) – 3 batalyon
Group 2 Para Komando (Kandang Menjangan, Kartasura, Solo) – 3 batalyon
Group 3 Sandi Yudha / Intelijen (Cijantung, Jakarta)
(1) Batalyon Parako (terpisah) (Semplak, Bogor)
(1) Detasemen Markas Komando (Cijantung, Jakarta)
(1) Sat-81/Gultor (Cijantung, Jakarta)
Pusat Pendidikan Pasukan Khusus / Pusdikpassus (Batujajar, Bandung).

Kopassus adalah kekuatan elite yang selalu mengutamakan jumlahnya yang sedikit dan kemampuannya untuk melakukan penyerangan secara cepat. Mereka telah terjun dalam berbagai operasi militer di wilayah Indonesia yang keamanannya sedang tidak terjamin. Unit Kopassus terlibat dalam operasi pembebasan sandera dalam pesawat Garuda Airline Woyla pada tahun 1981. Beberapa anggota Kopassus juga telah mendaki puncak Gunung Everest di tahun 1997.



2.Tontaipur
Peleton Intai Tempur (Tontaipur) merupakan satuan elite Kostrad terbaru, diresmikan pada tanggal 4 Agustus 2001. Setelah latihan secara intensif selama lima bulan, 97 pasukan yang diseleksi dari Brigade Infantri 9 dan Brigade Infantri 13 Kostrad menjadi prajurit-prajurit pertama satuan elite ini.
Sesuai kualifikasinya, Tontaipur akan diterjunkan untuk misi pengintaian jarak jauh ke wilayah musuh dan melakukan penghancuran terhadap sasaran-sasaran penting. Diantara perlengkapan yang dibawa, mereka akan dibekali senapan serbu khusus berikut teropong bidik malam (NVG, night vision goggle). Tiap personel Tontaipur ini memiliki kemampuan operasi sekaligus di tiga matra, yakni di darat, laut, dan udara.
Uji coba pertama bagi Tontaipur adalah operasi penumpasan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).


3. Regu Pandu Tempur
Regu Pandu Tempur dahulunya bernama Regu Penyelidikan Lapangan Marinir. Anggota Regu Pandu Marinir terdiri dari Bintara dan Tamtama Marinir yang lulus seleksi yang cukup ketat di masing-masing Batalyon meliputi intelijensi, mental dan juga fisik. Mereka berlatih di Puslatpur Marinir Antralina, Sukabumi, Jawa Barat.
Selama satu minggu para peserta latihan telah melaksanakan beberapa problem medan tempur, seperti: Taktik Operasi Darat meliputi Patroli Penyelidik, Patroli Tempur dan juga kontak drill. Selain itu, mereka juga telah melaksanakan materi PBP (Peraturan Bertempur Perorangan) yang meliputi merayap, merangkak, berguling, lempar granat, serta lempar pisau dan kapak. Pengetahuan medan seperti: IMMP (Ilmu Medan Membaca Peta) & GPS (Global Prositioning System) meliputi pengenalan tanda-tanda peta, penunjukan tempat/ koordinat, pembagian dan pemberian nomor peta topograpi.
Memasuki minggu kedua materi yang diajarkan meliputi materi samaran, perlindungan, melacak jejak, & montenering, ketrampilan menembak TTO/TTD & Runduk. Tidak ketinggalan Rupanpur Marinir dibekali pengetahuan khusus seperti pandu para, mobud (mobilisasi udara), demolisi, sabotase, penculikan, ketahanan interogasi, dan escape (teknik meloloskan diri) serta problem Renang, Cross-Country, Halang Rintang, dan Speed Mars.


4. Batalyon Intai Amfibi
Batalyon Intai Amfibi atau disingkat YonTaifib adalah satuan elit dalam Korps Marinir seperti halnya Kopassus dalam jajaran TNI Angkatan Darat. Dahulunya satuan ini dikenal dengan nama KIPAM (Komando Intai Para Amfibi). Untuk menjadi anggota YonTaifib, calon diseleksi dari prajurit marinir yang memenuhi persyaratan mental, fisik, kesehatan, dan telah berdinas aktif minimal dua tahun. Salah satu program latihan bagi siswa pendidikan intai amfibi, adalah berenang dalam kondisi tangan dan kaki terikat, sejauh 3 km. Dari satuan ini kemudian direkrut lagi prajurit terbaik untuk masuk kedalam Detasemen Jala Mengkara, pasukan elitnya TNI Angkatan Laut.


5. Detasemen Jala Mangkara
Detasemen Jala Mangkara (disingkat Denjaka) adalah sebuah detasemen pasukan khusus TNI Angkatan Laut. Denjaka adalah satuan gabungan antara personel Kopaska dan Taifib Korps Marinir TNI-AL. Anggota Denjaka dididik di Bumi Marinir Cilandak dan harus menyelesaikan suatu pendidikan yang disebut PTAL (Penanggulangan Teror Aspek Laut). Lama pendidikan ini adalah 6 bulan. Intinya Denjaka memang dikhususkan untuk satuan anti teror walaupun mereka juga bisa dioperasikan di mana saja terutama anti teror aspek laut. Denjaka dibentuk berdasarkan instruksi Panglima TNI kepada Komandan Korps Marinir No Isn.01/P/IV/1984 tanggal 13 November 1984. Denjaka memiliki tugas pokok membina kemampuan antiteror dan antisabotase di laut dan di daerah pantai serta kemampuan klandestin aspek laut.


6. Komando Pasukan Katak
Komando Pasukan Katak atau lebih dikenal dengan sebutan Kopaska didirikan 31 Maret 1962 oleh Presiden Sukarno untuk mendukung kampanye militer di Irian Jaya.

Kopaska berkekuatan 300 orang. Satu grup di Armada Barat di Jakarta, dan satu grup di Armada Timur di Surabaya. Tugas utama mereka adalah menyerbu kapal dan pangkalan musuh, menghancurkan instalasi bawah air, penyiapan perebutan pantai dan operasi pendaratan kekuatan amfibi.


7. Korps pasukan khas
Korps Pasukan Khas TNI Angkatan Udara (disingkat Korpaskhasau, Paskhas atau sebutan lainnya Baret Jingga), merupakan pasukan (khusus) yang dimiliki TNI-AU. Paskhas merupakan satuan tempur darat berkemampuan tiga matra: laut, darat, udara. Dalam operasinya, tugas dan tanggungjawab Paskhas lebih ditujukan untuk merebut dan mempertahankan pangkalan udara dari serangan musuh, untuk selanjutnya menyiapkan bagi pendaratan pesawat kawan. Kemampuan ini disebut dengan Operasi Pembentukan dan Pengoperasian Pangkalan Udara Depan (OP3UD).

Setiap prajurit Paskhas diharuskan minimal memiliki kualifikasi Para Komando (Parako) untuk dapat melaksanakan tugas secara professional, kemudian ditambahkan kemampuan khusus kematraudaraan sesuai dengan spesialisasinya. Warna jingga sebagai warna baret Paskhas, terinspirasi dari semburat cahaya jingga yang mengiringi terbitnya fajar di daerah Margahayu, Bandung; yaitu tempat pasukan komando ini dilatih.
Motto Paskhas ialah “Karmaye Vadikarate Mafalesu Kadatjana”, yang artinya bekerja tanpa menghitung untung dan rugi.
Ungkapan ini diberikan langsung oleh Presiden RI pertama Ir. Sukarno pada malam ”tirakatan” hari Bhakti AURI di Istana Negara tanggal 30 Juli 1964. Untuk memotivasi personil AURI, Sukarno mensitir kalimat termasyhur dari Sangkahya-yoga kitab Bhagavad Gita sloka 2.47 yang berbunyi: ”Karmanye Vadikarate Mafalesu Kadatjana.” Digambarkan bahwa kewajiban seorang ksatria begitu tinggi dan mendalam, sehingga menjadi satu kewajiban kepada Tuhan sendiri.


8.Detasemen Bravo 90
Detasemen Bravo 90 (disingkat Den Bravo-90) terbilang pasukan khusus Indonesia yang paling muda pembentukannya. Baru dibentuk secara terbatas di lingkungan Korps Pasukan Khas TNI-AU pada 1990, Bravo berarti yang terbaik. Konsep pembentukannya merujuk kepada pemikiran Jenderal Guilio Douchet: Lebih mudah dan lebih efektif menghancurkan kekuatan udara lawan dengan cara menghancurkan pangkalan/instalasi serta alutsista-nya di darat daripada harus bertempur di udara. Motto: Catya Wihikan Awacyama Kapala artinya Setia, Terampil, Berhasil


9. Brigade Mobile
Brigade Mobil atau sering disingkat Brimob adalah unit (korps) tertua di dalam Kepolisian Republik Indonesia (Polri) karena mengawali pembentukan kepolisian Indonesia di tahun 1945. Korps ini dikenal sebagai Korps Baret Biru.
Brimob termasuk satuan elit dalam jajaran kesatuan Polri, Brimob juga juga tergolong ke dalam sebuah unit paramiliter ditinjau dari tanggung jawab dan lingkup tugas kepolisian.


10. Gegana
Detasemen Gegana atau biasa disingkat Gegana adalah bagian dari Kepolisian Indonesia (Polri). Pasukan inilah yang umumnya diturunkan jika muncul suatu ancaman atau teror bom. Pasukan in95.i memiliki keahlian khusus sebagai tim penjinak bahan peledak (jihandak). Pasukan ini mulai ada sejak tahun 1976, meski ketika itu baru berupa detasemen. Baru pada tahun 1995, dengan adanya pengembangan validasi Brimob bahwa kesatuan ini harus memiliki resimen, Detasemen Gegana lalu ditingkatkan menjadi satu resimen tersendiri, yakni Resimen II Brimob. Sementara Resimen I adalah resimen pembentukan dari anggota-anggota Brimob yang berkualifikasi pelopor. Demikian pula Resimen III. Perubahan tersebut berdasarkan Skep Kapolri Nomor 10 tentang pengembangan organisasi Brimob tahun 19


11. Detasemen Khusus 88
Detasemen Khusus 88 atau Densus 88 adalah satuan khusus Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk penanggulangan teroris di Indonesia. Pasukan khusus berompi merah ini dilatih khusus untuk menangani segala ancaman teror, termasuk teror bom. Beberapa anggota juga merupakan anggota tim Gegana.
Detasemen 88 dirancang sebagai unit antiteroris yang memiliki kemampuan mengatasi gangguan teroris mulai dari ancaman bom hingga penyanderaan. Densus 88 di pusat (Mabes Polri) berkekuatan diperkirakan 400 personel ini terdiri dari ahli investigasi, ahli bahan peledak (penjinak bom), dan unit pemukul yang di dalamnya terdapat ahli penembak jitu. Selain itu masing-masing kepolisian daerah juga memiliki unit anti teror yang disebut Densus 88, beranggotakan 45 – 75 orang, namun dengan fasilitas dan kemampuan yang lebih terbatas. Fungsi Densus 88 Polda adalah memeriksa laporan aktifitas teror di daerah.Melakukan penangkapan kepada personil atau seseorang atau sekelompok orang yang dipastikan merupakan anggota jaringan teroris yang dapat membahayakan keutuhan dan keamanan negara R.I.
Densus 88 adalah salah satu dari unit anti teror di Indonesia, disamping Detasemen C Gegana Brimob, Detasemen Penanggulangan Teror (Dengultor) TNI AD alias Grup 5 Anti Teror, Detasemen 81 Kopasus TNI AD (Kopasus sendiri sebagai pasukan khusus juga memiliki kemampuan anti teror), Detasemen Jalamangkara (Denjaka) Korps Marinir TNI AL, Detasemen Bravo (Denbravo) TNI AU, dan satuan anti-teror BIN.